Selasa, 11 September 2012

Asumsi Dalam Ilmu Ekonomi



Dalam ilmu ekonomi, istilah CATERIS PARIBUS seringkali digunakan sebagai suatu asumsi untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai anggapan ekonomi. Sebagai contoh, dapatlah dikatakan bahwa:

" Harga dari daging sapi akan meningkat — ceteris paribus — bila kuantitas daging sapi yang diminta oleh pembeli juga meningkat ".

Dari contoh di atas, bisa kita memahami bahwa penggunaan istilah CATERIS PARIBUS adalah untuk menyatakan hubungan antara harga dan kuantitas suatu barang (daging sapi). Dalam contoh di atas hanya mengaitkan variabel “harga daging sapi” dengan satu variable, yaitu “kuantitas permintaan daging sapi” .

Kondisi variabel lain kita asumsikan tetap atau konstan. Variabel-variabel tersebut misalnya: harga barang substitusi (misalnya harga daging ayam atau daging kambing), tingkat penghindaran risiko para pembeli (misalnya ketakutan pada penyakit sapi gila), atau adanya tingkat permintaan keseluruhan terhadap suatu barang tanpa memperhatikan tingkat harganya (misalnya perpindahan masyarakat kepada vegetarianisme).

CATERIS PARIBUS bisa digunakan dalam penentuan kebijakan yang akan diambil untuk berbagai masalah ekonomi. Karena dengan asumsi ini kita bisa lebih fokus dengan kepada pemecahan masalah yang diharapkan.

Tapi, disamping keuntungan yang bisa kita peroleh dari CATERIS PARIBUS, asumsi ini juga memiliki beberapa kelemahan. Hal itu dikarenakan asumsi ini hanya terfokus pada satu variabel dan menganggap variabel lainnya akan mengikuti variabel yang kita tentukan sebelumnya. Padahal pada kenyataannya variabel lain tersebut belum pasti sama dengan variabel yang kita tentukan sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar