Minggu, 29 Desember 2013

Jawab Apa Ngak Yaaaaa...??



1.      Penggelembungan Nilai Aset.Kemungkinan terjadinya gelembung nilai aset (asset bubble) dan inflasi, karena kurangnya daya serap ekonomi nasional terhadap masuknya modal asing, termasuk jangka pendek. Terhentinya Arus Modal Masuk. Terhentinya arus modal masuk dan bahkan terjadinya penarikan kembali modal masuk dalam jumlah besar. Kesalahan dalam mengambil kebijakan, keterlambatan mengambil tindakan serta kurang koordinasi antar pembuat kebijakan juga dapat berakibat buruk terhadap stabilitas makro yang sudah terjaga selama ini. Subsidi Energi dan Alokasi yang Kurang Efisien. Selama ini, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih dinikmati orang mampu (berpenghasilan tinggi). Terkait masalah ini, Ketua Komite Ekonomi Nasional, Chairul Tanjung mengatakan yang wajib mendapatkan subsidi ialah orang miskin, orang mampu sebaiknya tidak dapat subsidi. Risiko Inflasi. Risiko inflasi terutama dipicu komponen makanan, pendidikan, dan ekspektasi inflasi. Inflasi Indonesia yang masih tinggi, menurut Chairul Tanjung, karena selama ini kita hanya mengandalkan kebijakan moneter Bank Indonesia untuk mengelola permintaan. Padahal, selain faktor permintaan, inflasi juga dipengaruhi faktor penawaran atau tersedianya barang dan faktor distribusi yang harus diperhatikan. Infrastruktur yang Kurang Memadai. Chairul menuturkan, tahun ini Indonesia menjual mobil sebanyak 760 ribu. Jika dalam lima tahun ke depan tidak ada penambahan jalan secara signifikan khususnya di Jakarta, akan terjadi kemacetan. Begitu pula, dengan airport dan pelabuhan. "Jika tidak ada perbaikan akan terjadi kemacetan luar biasa, yakni kemacetan ekonmi,” ujar Chairul. Kurangnya Daya Saing. Peningkatan daya saing, perbaikan pendidikan, dan pelatihan serta penambahan pasokan tenaga teknik terdidik yang menjadi penghambat bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi produk (utamanya yang padat karya), menghambat investasi dan mengurangi penciptaan nilai tambah dan lapangan pekerjaan. Kondisi Politik dan Hukum yang Terjadi. Hingga kini, kinerja DPR dalam menyelesaikan legislasi, pembuatan undang-undang (UU), termasuk UU yang berkaitan dengan upaya mendorong pembangunan ekonomi masih jauh dari harapan.

2.     Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untung kepentingan-kepentingan pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Istilah sosialisme atau sosialis ialah dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Sistem ekonomi campuran ialah merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu

3.     Sistem Ekonomi di Indonesia memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.

4.     Kebijaksanaan Ekonomi Makro. Kebijaksanaan ekonomi makro yang telah dilaksanakan pemerintah dalam upaya menekan laju inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap valuta asing adalah melalui kebijaksanaan moneter yang ketat disertai anggaran berimbang, dengan membatasi deficit anggaran sampai pada tingkat yang dapat diimbangi dengan tambahan dana dari luar negeri. kebijakan ekonomi mikro. Kebijaksanaan ekonomi mikro yang ditempuh pemerintah, ditujukan, antara lain untuk : a. program  penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. b. sistem perbankan dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga perbankan. c. merestrukturisasi hutang luar negeri. d. mereformasi struktural di sektor riil; dan e. mendorong ekspor

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. kesenjangan sosial adalah "jarak" yang terjadi ditengah-tengah masyarakat disebabkan oleh perbedaan status sosial, maupun status ekonomi yang ada ditengah-tengah masyarakat. Dari definisi dapat di uraikan bahwa Kesenjangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat adalah disebabkan oleh adanya perbedaan yang mencolok antara satu individu dengan individu yang lain. Atau antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain.

Jumat, 06 Desember 2013

Perekonomian Indonesia

P e r e k o n o m i a n   I n d o n e s i a
  1. Sebutkan dan Jelaskan Karakteristik Sistem Ekonomi Liberal, Sosialis Dan Campuran
  2. Sebutkan Ciri Dari Perekonomian Di Indonesia
  3. Sebutkan dan Jelaskan Langkah - Langkah Yang Diambil Oleh Pemerintah Dalam Mengatasi Krisis Ekonomi
  4. Sebutkan Beberapa faktor Yang Mendukung Peluang Kapitalisasi Dinegara Berkembang
  5. Sebutkan Perbedaan Dari Kemisina Absolut Dan Kemiskinan Relatif
  6. Sebutkan Dan Jelaskan Permasalahan Yang Menjadi tantangan Perekonomian Indonesia Dimasa Datang
  7. Sebutkan 6 Indikator Pengelolaan Utang RI Semakin Membaik
  8. Uraikan Sirkulasi Pendapatan Dalam Perekonomian Indonesia
  9. Apa Yang Dimaksud Dengan Kemiskinan Dan Kesenjangan
  10. Coba Anda Sebutkan Dari 9 Soal yang Baru Saja Anda baca Manakah yang Paling Mudah ( Dalam Hati Aja Ya )

Minggu, 19 Mei 2013

QUIZ MAKRO



1. Manakah yang akan anda pilh dari dua pernyataan dibawah ini :

  • Mendapatkan warisan Rp. 250 jt saat ini
  • Menjual tanah Rp. 270 jt tahun depan
Buktikan perhitungan saudara dengan menghitung nilai sekarang !

2. Seorang pengusaha perhotelan memutuskan membeli Genset seharga Rp. 1,5 M. Diperkirakan genset tersebut akan mendapatkan hasil Rp. 90 Jt/th selama 18th. Pemeliharaan dilaksanakan setiap tahun Rp. 15,7 jt. Layakkah genset tersebut dibeli bila dr = 9%.

3. Proposal A Investasi Rp. 1,7T. Mainntenance dilaksanakan ditahun ke 15 Rp.  78M
     Proposal B Investasi Rp. 2T. Mainntenance dilaksanakan setiap tahun Rp. 3M. Umur ekonomis selama 21th.
     Manakah proposal yang akan dipilih bila dr = 5,7%